Maskapai Kedapatan Langgar Aturan Tarif Batas Atas, Kemenhub Sebut Sudah Beri Teguran

oleh

MEDAN.com – Mahalnya harga tiket pesawat masih menjadi keluhan mayoritas calon pengguna moda transportasi udara pada momen Lebaran ini.

Kabar terbaru, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menemukan adanya indikasi pelanggaran aturan tarif batas atas (TBA) yang dilakukan maskapai penerbangan.

Besaran TBA yang diterapkan melebihi sesuai dengan yang diatur dalam Keputusan Menteri Nomor KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Maria Kristi Endah Murni, mengatakan, pihaknya sudah menegur pihak yang melakukan pelanggaran tersebut supaya tidak melakukannya lagi.

Setelah ditegur, kata Maria, besaran harga tiket langsung diperbaiki.

“Sudah kita tegur. Kita cek dan dia revisi kerena langsung. Itu khusus ekonomi dan sudah dikoreksi,” kata Maria di Posko Nasional Terpadu Angkuta Lebaran, Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (4/6/2019).

Maria menjelaskan, TBA yang melebihi aturan tersebut adalah rute penerbangan dari Balikpapan-Yogyakarta dan Balikpapan-Banjarmasin.

Ini diketahui setelah pihaknya melakukan pemantauan di penyedia jasa pemesanan tiket pesawat.

“Shift berapa belum tahu, itu kan hanya di-publish terus kita capture kok ini ada lebih TBA. Itu Balikpapan-Jogja dan Balikpapan-Banjarmasin. Dijamin enggak ada lagi,” tegasnya.

“Itu yang jualan juga online travel agent (OTA),” tambah Maria.

Meskipun demikian, Maria tidak menjelaskan maskapai apa yang harga tiket yang dijual lewat OTA melebihi aturan TBA selama ini.

Kerena itu, ia mengimbau masyarakat sebelum membeli tiket harus lebih teliti dan cermat.

“Teliti sebelum beli. Jangan sampai ngawur. Kalo (kelas) bisnis kita kan enggak atur. kita sudah minta kepada OTA utuk rute back track enggak dicantumkan tapi dia butuh waktu. Jadi mesti hati-hati,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan tiket ke sejumlah rute penerbangan domestik mencapai lebih dari Rp 20 juta.

Namun, setelah diselidiki ternyata penerbangan tersebut bukan penerbangan langsung, namun transit di beberapa tempat.

“Penerbangan transit itu berarti penumpang membeli beberapa tiket beberapa rute untuk sampaik ke rute tujuan, sehingga harganya menjadi tinggi. Kalau penerbangan langsung, tarifnya terkendali dalam aturan pemerintah,” kata Polana dalam keterangannya, Kamis (30/5/2019).

Polana mengajak masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli tiket penerbangan pada periode libur Lebaran tahun ini.

Terutama saat melakukan pembelian di agen perjalanan maupun secara daring (online).

Beberapa hal yang perlu diteliti di antaranya adalah jenis-jenis biaya yang dibebankan serta jenis penerbangan apakah langsung satu rute atau transit.

“Dalam KM 106 itu ada tarif tertinggi tiap rute langsung (bukan transit) untuk rute domestik kelas ekonomi. Jadi silakan masyarakat mengecek tarif pesawatnya sebelum membeli tiket,” ujarnya.

Sisi lain, Polana bahkan menyatakan bahwa tarif yang tertera di KM 106 tersebut lebih rendah 12-16 persen dibanding tarif yang tertera di aturan sebelumnya.

“Maskapai tidak boleh menjual tarif pesawat di atas yang sudah ditetapkan Pemerintah tersebut. Maskapai yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” lanjut dia.

Meskipun demikian, Polana meyebutkan bahwa tarif tersebut bukan harga tiket. Karena untuk jadi harga tiket, tarif itu masih ditambah pajak, asuransi, dan biaya pelayanan bandara atau dikenal sebagai passenger service charge (PSC).

Selain itu, tarif tersebut juga harus disesuaikan dengan layanan di maskapai. Untuk maskapai full service seperti Garuda dan Batik Air, boleh menjual tarif itu sebesar 100 persen.

“Untuk medium service seperti Sriwijaya dan NAM Air boleh menjual maksimal 90 persen dan LCC seperti Lion, Citilink dan Indonesia AirAsia boleh menjual maksimal 85 persen dari tarif batas atas,” terangnya.

 Baca: DAFTAR PEMAIN Timnas Indonesia Pilihan Simon McMenemy, Jadwal Timnas Melawan Yordania dan Vanuatu

Untuk mengawasi penerapan tarif ini, Ditjen Hubud sudah menyebar inspektur dari Direktorat Angkutan Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara di seluruh Indonesia untuk melakukan pengawasan terkait tarif ini.

Pengawasan juga dilakukan melalui agen tiket dan pengawasan secara online.

Polana pun meminta masyarakat ikut mengawasi penjualan tiket pesawat ini.

“Jika melihat ada pelanggaran jangan takut untuk melaporkan kepada pihaknya. Baik melalui contact center 151 atau sosial media Instagram, Facebook, Twitter @djpu151. Penumpang juga bisa melaporkan ke posko lebaran di tiap-tiap bandar udara,” tandasnya.(*)

Uri.co.id “Kemenhub Temukan Indikasi Maskapai Langgar Tarif Batas Atas” ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!