Polisi di Sibolga Dianiaya Massa saat Berusaha Lerai Tawuran

oleh

MEDAN.com – Anggota Polres Sibolga, Sumatera Utara, Aipda Maman S Lubis, mendapat penganiayaan dari sejumlah warga.

Padahal, Maman saat itu berupaya melerai dua kelompok massa yang terlibat tawuran di Jalan Tenggiri, Kelurahan Pancuran Geriobak, Sibolga.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku penganiayaan terhadap Aipda Maman berjumlah tiga orang. Satu di antara pelaku sudah berhasil diamankan.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin H Hariandja melalui Kepala Subbagian Humas Iptu R Sormin menjelaskan, penganiayaan terjadi ketika Maman yang tengah berpatroli di Kelurahan Pancuran Gerobak, mendapatkan informasi akan ada dua kelompok warga yang sudah menyiapkan diri untuk tawuran.

Maman pun datang ke lokasi tepatnya di Jalan Santeong dan Jalan Tenggiri Sibolga.

Di Jalan Santeong, Maman menemukan kelompok pemuda yang akan tawuran dan langsung meminta mereka untuk membubarkan diri.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Massa membubarkan diri tanpa adanya perlawanan.

Namun, berbeda dengan massa yang berada di Jalan Tenggiri.

Di lokasi itu, Maman harus terlibat kejar-kejaran dengan kelompok pemuda yang akan tawuran.

Seorang pemuda bahkan sempat protes dan menanyakan alasan Maman mengejar warga.

“Saat itu Maman menjawab, kalau terjadi tawuran apa kamu mau tanggung jawab? Diduga pemuda itu tersinggung dengan jawaban Maman, dan akhirnya memukul bagian wajah dan leher Maman dengan tangan kosong. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi,” terang Sormin.

Polres Sibolga selanjutnya melakukan penyelidikan. Hasilnya, terdapat tiga orang yang melakukan pemukulan terhadap Maman.

Seorang pelaku berinisial ES kemudian ditangkap dari rumahnya.

Ia kemudian dijebloskan ke ruang tahanan Mapolres Sibolga.

Sormin juga mengimbau dua terduga pelaku lainnya agar segera menyerahkan diri ke polisi.

“Kedua tersangka yang diduga ikut melakukan penganiayaan identitasnya telah kita kantongi,” tegas Sormin.

Tersangka ES ditahan di RTP Polres Sibolga dan dijerat dengan Pasal 170 Jo 351 ayat (1) dan 55 Jo 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara.(*)

Uri.co.id “Hendak Bubarkan Tawuran, Anggota Polisi Malah Dianiaya” ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!