Pajak Mini Tebingtinggi, Pusat Penjahit di Kota Lemang Sejak 1970-an

oleh

Uri.co.id-Kota Tebingtinggi dikenal dengan lemang dan kue kacang punya semacam “lokalisasi” para penjahit.

Sebut saja nama tempatnya Pajak Mini, warga Tebingtinggi sudah tak asing dengan nama tersebut.

Pajak Mini sudah ada semenjak tahun 1987 di Jalan Berdikari Kota Tebing Tinggi.

Pajak Mini aslinya bernama Pasar Berdikari. Nama itu berasal dari ukuran pajak atau pasar yang kecil atau mini jika dibandingkan pasar-pasar lain yang ada di Kota Tebingtinggi. 

Di Pajak Mini ini para penjahit setiap hari beroperasi pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Hal ini merupakan rutinitas yang tak pernah berubah dari zaman berdirinya Pajak Mini sebagai tempat pusat jasa penjahit.
Pasar Berdikari atau Pajak Mini, Jalan Berdikari, Tebingtinggi.

Pasar Berdikari atau Pajak Mini, Jalan Berdikari, Tebingtinggi. ( Medan/Aqmarul Akhyar)

Ternyata, sebelum menjadi tempat pusat penjahit, Pajak Mini atau Pasar Berdikari merupakan tempat terminal angkutan umum yang bertujuan ke Kuala Tanjung, Seribelawan, dan Dolok, sekitar tahun 1970.

Di Pajak Mini atau Pasar Bedirkari terdapat 42 lapak penjahit, yang berbentuk kios-kios kecil dan sudah dibangun permanen dengan pintu kayu. Hampir semua tukang jahit di Pajak Mini merupakan generasi ke dua.

Kios penjahit yang paling legendaris atau yang masih ada dari semenjak Pajak Mini berdiri ialah Penjahit Maya, Penjahit Metro dan Rumah Makan Suko Menanti.

Selanjutnya, di tukang jahit Pajak Mini bisa menerima pembuatan jas kantoran dengan biaya jasa di luar bakal kain sekitar Rp 1.000.000 sementara untuk kebaya wanita sekitar Rp 500.000. Tak hanya jas dan kebaya di Pajak Mini juga anda bisa membuat pakaian kerja atau kantoran anda pada tukang jahit yang ada aplikasi tersebut. (cr22/Uri.co.id) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!