H-3 Lebaran, Arus Lalu Lintas di Seputaran Berastagi Masih Sepi Pemudik

oleh

Uri.co.id, BERASTAGI – Tiga hari menjelang hari raya Idul Fitri, di beberapa daerah sudah terlihat ramai dilintasi para pemudik yang ingin pulang kampung.

Namun, untuk di kawasan Berastagi arus lalu lintas masih terlihat seperti biasa. Bahkan, untuk hari Minggu yang merupakan waktu libur, kini tergolong sepi.

Amatan www.Uri.co.id, lenggangnya arus lalu lintas ternyata tak hanya terjadi di seputar Tugu Perjuangan Berastagi.

Mulai dari kawasan Panatapan, yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Karo dengan Kabupaten Deliserdang juga terlihat sama.

Kanit Lantas Polsekta Berastagi Ipda Poltak Hutahaean, mengungkapkan memang pada tahun ini lalulintas di seputar kawasan Berastagi jauh berkurang. Dirinya menyebutkan, pada tahun-tahun sebelumnya para pemudik sudah tampak melintas pada H-3 seperti saat ini.

“Sampai saat ini arus lalu lintas di sini masih seperti hari-hari biasanya, baik masyarakat yang berwisata ataupun yang pulang ke kampung belum terlihat ada penambahan jumlah kendaraan,” ujar Hutahaean, saat ditemui di Pos Terpadu mudik 2019, di kawasan Tugu Perjuangan, Berastagi, Minggu (2/6/2019).

Padahal, seperti diketahui Kabupaten Karo merupakan kawasan perlintasan antar kabupaten maupun provinsi dengan ibukota Provinsi Sumatera Utara yaitu Kota Medan. Adapun daerah-daerah yang melewati Kabupaten Karo ialah, Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat, hingga Aceh Tenggara.

Hutahaean mengatakan, tahun ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, hingga H-3 lebaran pemudik masih jarang terlihat melintasi daerah ikonik Kabupaten Karo ini. Dirinya menyebutkan, keadaan ini berbanding terbalik dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau tahun sebelumnya H-3 sudah padat, tapi tahun ini belum terlihat ada penambahan pengguna jalan. Kalau kita lihat ada sekitar 50 persen penurunannya, tapi kita lihat lagi H-2 besok ya,” katanya.

Saat ditanya perihal puncak arus mudik, Hutahaean menduga lonjakan pengguna jalan akan mulai terlihat pada H-2 dan H-1 lebaran. Atau pada Senin esok hari, dan Selasa lusa yang merupakan satu hari sebelum lebaran.

“Besok kita perkiraan akan mulai ada peningkatan, kita sudah siapkan pengalihan arus lalu lintas dan personel untuk berjaga,” katanya.

Saat ditanya mengenai pengalihan arus lalu lintas, dirinya mengaku memang pihaknya susah menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik yang melintas di kawasan Berastagi. Namun, jika dilihat situasi saat ini Hutahaean mengaku belum perlu dilakukan rekayasa lalu lintas.

“Kita sudah siapkan beberapa jalur alternatif seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi kalau perubahan arus belum kita lakukan karena lalu lintas masih seperti biasa,” ucapnya.

Hutahaean menduga, sebagian besar pemudik saat ini sudah memiliki pilihan jalur lain untuk pulang ke kampung halamannya. Seperti diketahui, pada awal tahun 2019 jalur alternatif antar Kabupaten Karo dan Kabupaten Langkat, sudah mulai beroperasi.

Untuk itu, kemacetan yang biasa terjadi di jalur antar Medan menuju Berastagi saat ini sudah mulai berkurang. Sehingga, H-3 yang biasanya jalur tersebut sudah dipadati oleh pemudik, saat ini sudah mulai terlihat lengang.

“Mungkin memang banyak masyarakat yang sudah lewat jalur alternatif Karo-Langkat, makanya di sini masih belum padat. Kita juga sudah memberitahukan kepada masyarakat, jika jalur Medan-Berastagi padat, mereka bisa mengambil jalur Lau Kawar, yang akan tembus ke Binjai,” pungkasnya.

(cr4/Uri.co.id)  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!