Empat Kali Transaksi Narkoba, Karcis Tertunduk Lesu Diringkus BNN Karo

oleh

Uri.co.id, KABANJAHE – Karcis Depa Sembiring, hanya bisa tertunduk lesu saat diinterogasi oleh petugas di Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo.

Pasalnya, pria asal Kecamatan Laubaleng itu terbukti memiliki narkotika jenis sabu-sabu, dan langsung diamankan, Selasa (28/5/2019) kemarin.

Kepala BNNK Karo AKBP Heppi Karo Karo, mengungkapkan Karcis diamankan saat berada di rumahnya, di Desa Kinangkong, Kecamatan Laubaleng, sekira pukul 09.30 WIB.

Heppi mengatakan, menurut pengakuan dari pelaku, dirinya sudah dua bulan terakhir menjalankan bisnis haram tersebut.

Saat ditanyai oleh petugas, pelaku mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial U, yang diduga merupakan warga Kuta Cane, Aceh Tenggara. Dikatakannya, pelaku juga mengakui dirinya telah empat kali melakukan transaksi dengan bandar tersebut.

“Menurut pengakuannya, tersangka ini sudah empat kali transaksi dengan bandar yang dari Kuta Cane. Jadi modusnya, antara bandar dan pelaku ini sama-sama jumpa di jalan sewaktu mau transaksinya,” ujar Heppi, Kamis (30/5/2019).

Heppi melanjutkan, ternyata dari empat kali transaksi ini tersangka mendapatkan sabu ini selalu meningkat setiap pemesanannya. Dirinya mengatakan, untuk penyebaran sabu dari Karcis sendiri hingga kini masih terdata hanya di kawasan Kecamatan Laubaleng saja.

“Cuma tadi dia mengakui ada peningkatan setiap membeli, pertama dia katakan 20 paket, yang kedua 30 paket, yang ketiga 34 paket, dan yang sekarang 40 paket. Jadi memang banyak permintaan dari sana, katanya yang banyak beli itu anak-anak muda,” katanya.

Heppi mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka pihaknya mendapati sebanyak 44 paket sabu seberat 45,66 gram. Dirinya menyebutkan, saat transaksi pelaku sudah menerima barang haram tersebut dalam paketan yang masing-masing berisi sekitar satu gram.

“Dia sudah terima barang jadi, dipaket dari sana. Menurut pengakuan dari tersangka satu paket itu dia beli seharga 900 ribu rupiah, dan dijual 1,1 hingga 1,2 juta rupiah, jadi dia dapat keuntungan 200 sampai 300 ribu setiap paketannya,” ucapnya.

Akibar dari perbuatannya, Karcis akan dijerat dengan pasar 114 junto pasal 112, undang-undang nomor 35 tahun 2009. Dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun penjara.

(cr4/Uri.co.id) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!