Heboh Prabowo Subianto Terbang ke Dubai Bersama Warga Rusia dan Amerika, Ini Respons Sandiaga

oleh

MEDAN.com – Daftar manifes Prabowo Subianto bersama warga negara asing ke Dubai, Uni Emirat Arab, lalu ke Austria dengan menumpangi pesawat carteran beredar ke publik dan menjadi sorotan sejumlah pihak.

Bocornya informasi itu disayangkan calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno.

Ia heran manifes penumpang pesawat bisa beredar luas ke publik. Menurut Sandi, manifes pesawat sifatnya rahasia, apalagi pesawat yang yang membawa Prabowo ke luar negeri bersama sejumlah koleganya, merupakan pesawat carteran.

“Ya itulah yang saya bilang, semua hal yang seharusnya privat itu bisa ada di ranah publik, dan ya kadang- kadang kita bingung juga,” kata Sandiaga Uno di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019).

Sandiaga Uno mengaku pernah mengalami privasinya terekspose ke publik. Sejumlah dokumen transaksi bisnisnya beredar ke publik, padahal sifatnya rahasia dan dilindungi oleh undang-undang.

“Kerahasiaan banget, tapi keluar dengan seperti itu. Jadi memang kita dalam waktu-waktu yang sangat sulit,” tuturnya.

“Karena kalau kita lihat kebenaran dan keadilan ini sedang diuji. Suatu hal yang mestinya privat, suatu hal yang mestinya dilindungi oleh hukum undang undang, namun bisa dibuka seperti itu,” sambungnya.

Sandiaga Uno enggan menuduh siapa pun atau lembaga mana pun yang harus bertanggung jawab terhadap beredarnya manifes penumpang pesawat Prabowo Subianto.

Namun, ia meminta media massa fair dalam menilai permasalahan tersebut.

“Oke kita punya pilihan politik, tapi masa hal-hal seperti itu kita harus tolerir? Kan mestinya teman-teman bisa lihat ini sesuatu yang enggak bener gitu,” paparnya.

“Ini suatu yang enggak bener, suatu yang harus diperbaiki, dan ya mari kita perbaiki, kita saling mengingatkan,” imbuhnya.

Sandiaga mengaku tidak tahu pasti keperluan pribadi mantan Danjen Kopassus itu di luar negeri. Kemungkinan, kata dia, Prabowo mengecek kesehatan serta menemui kolega bisnisnya.

“Selama ini beliau kan kalau mengecek kesehatan, selalu cek kesehatannya ada di Eropa, dan mungkin Dubai itu tempat transit dan menuju titik lain, saya sendiri enggak tahu, tapi please hormati privasi dia,” bebernya.

Menurut Sandiaga, kepergian Prabowo Subianto ke luar negeri untuk keperluan pribadi. Meskipun menggunakan pesawat carter dan berangkat bersama sejumlah warga negara asing.

“Waktu saya bicara sama Pak Prabowo, dia bilang dia akan pergi ke luar negeri untuk keperluan pribadi,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar daftar manisfes pesawat yang ditumpangi Prabowo bersama sejumlah warga negara asing. Bule yang ikut dalam rombongan Prabowo di antaranya, Tedy Arman, Yoriko Fransisko Karundeng, Gibrael Habel Karapang,

Kemudian dua warga Rusia, Mikhail Davzdov dan Anzhelika Butaeva. Ada juga warga Amerika bernama Justin, dan satu orang warga Jerman Mischa Gemermann.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN), Fadli Zon, mengungkapkan keberangkatan Prabowo ke Austria untuk urusan pribadi, yakni menemui mitra bisnisnya.

Di sisi lain, Fadli Zon mempertanyakan tersebarnya manifes penerbangan Prabowo ke Dubai. “Pertanyaannya apakah memang manifes keberangkatan seseorang itu boleh dipublikasikan, dan apakah boleh imigrasi menyebarluaskan informasi seperti ini?” Katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/3/2019).

“Ini kan urusan privat, bukan urusan kenegaraan, dinas,” sambungnya.

Oleh karena itu, Fadli Zon merasa ada sesuatu yang aneh karena manifes penerbangan Prabowo tersebar luas. “Jadi menurut saya agak aneh. Ini informasi yang bersifat privat kemudian disebarluaskan sedemikian rupa,” ujar Fadli Zon.

Prabowo Telepon Luhut Panjaitan
Sementara itu, pengacara nyentrik yang juga influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ruhut Sitompul mengungkapkan bahwa Prabowo saat berada di luar negeri, telah menjalin komunikasi dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Menurut Ruhut, telepon Prabowo kepada Luhut bukan bersifat mendadak. Sebab, Luhut sebelumnya telah ditugaskan oleh Jokowi untuk membuka jalur rekonsiliasi dengan Prabowo.

Alasan Jokowi utus Luhut karena keduanya merupakan sahabat sejak aktif di militer dulu.

“Mereka memang sahabat antara senior junior, atasan abang adik, mereka itu sahabat dekat,” ungkap Ruhut dalam acara Forum Cikatomas Indonesia di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2019).

Ruhut mengungkapkan, Prabowo menelepon Luhut ketika tengah santap siang bersama sejumlah orang. Saat berbincang via telepon seluler, kata Ruhut, Luhut menyalakan loudspeaker di ponselnya.

“Tadi kami lagi makan itu saya dengan Pak Luhut, mantan duta besar Amerika, dan beberapa tokoh lainnya, saya dengan Bu Doris. Tiba-tiba ajudan (Luhut) kasih telepon. Rupanya masuk telepon Pak Prabowo. ‘Eh Wo (Prabowo) di mana kau Wo? Ku dengar kau di luar negeri Wo? Ku dengar kau di Dubai’ (tanya Luhut). ‘Iya bang’ (kata Prabowo),” cerita Ruhut.

Ruhut mengatakan, Luhut juga menanyakan tujuan Prabowo terbang ke luar negeri, termasuk informasi terkait perjalanan bisnis Prabowo ke Austria.

“Kan dibuka (loudspeaker), kami dengar. ‘Kenapa kau ke luar negeri? Pasti banyak kantongkan, kau ini tahu lah aku’ (kata Luhut). Mereka inikan suka becanda, ‘ada bisnis ini kau gede?’ (tanya Luhut),” ucap Ruhut menirukan percakapan Luhut dengan Prabowo.

‘Ah enggak bang, aku kurang sehat bang, kaki aku ini nggak enak, jadi aku terapi ada dokter’ (jawab Prabowo),” ucapnya lagi.

Menurutnya, Luhut menawarkan bantuan kepada Prabowo. Ia berniat mengenalkan Prabowo kepada seorang dokter dari AS yang bisa membantu mengobati sakitnya. Dokter tersebut, menurut Ruhut, berasal dari Amerika Serikat dan praktik di Korea serta RSPAD Jakarta.

Prabowo, kata Ruhut, mau menerima tawaran seniornya tersebut.

Menurut Ruhut, Luhut juga menanyakan rencana kepulangan Prabowo ke Indonesia. Ruhut menyebut, Prabowo akan kembali ke Tanah Air pada tanggal 3 Juni mendatang.

Dalam teleponnya itu, Luhut juga sempat menyinggung situasi politik terkini. Ia bahkan menyebut sang eks Danjen Kopassus tersebut sebagai seorang ksatria.

“(Kata Luhut) ‘Baliklah kau, tapi Wo, udahlah apalagi sih? Jangan ada yang rame-rame lagi. 08 itu ksatria, dia negarawan’. (Prabowo menjawab) ‘Oh iya bang enggak bang’,” lanjut Ruhut mengisahkan.(*)

Wartakotalive Manifes Penumpang Pesawat Prabowo Bocor ke Publik, Sandiaga Uno: Please Hormati Privasi Dia ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!