Antisipasi Bencana Alam Ganggu Arus Lalin selama Libur Lebaran, Polres Dairi Siagakan Alat Berat

oleh

Antisipasi Bencana Alam Ganggu Arus Lalin selama Libur Lebaran, Polres Dairi Siagakan Alat Berat

Uri.co.id– Polres Dairi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2019, Selasa (28/5/2019) di halaman Mapolres Dairi.

Dalam operasi yang berlangsung mulai 29 Mei hingga 10 Juni 2019 ini, Polres Dairi akan mendirikan dua pos pengamanan, masing-masing di depan Taman Wisata Iman Sitinjo dan di Pusat Pasar Sidikalang.

Kabag Ops Polres Dairi Kompol WH Pranggono mengungkapkan, jumlah personel gabungan yang disiagakan sebanyak 125 orang.

“Dari kita, 81 personel disiagakan, kemudian ditambah dari Kodim sebanyak 12 personel dan selebihnya dari BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan. Total 125 orang,” terang Pranggono kala ditemui usai apel.

Pranggono mengatakan, wilayah dengan rawan kecelakaan lalu lintas (lalin) tinggi terdapat pada kawasan hutan lindung Lae Pondom, yang menghubungkan Kabupaten Dairi dengan Kabupaten Karo.

Sementara, untuk titik-titik lainnya yang rawan bencana alam, lanjut Pranggono, yakni jalan Sidikalang – Kabupaten Samosir dan jalan Sidikalang – Kabupaten Aceh Tenggara.

“Secara umum, ada dua klasifikasi penyebab gangguan kelancaran lalu lintas di wilayah Dairi, yaitu kecelakaan dan bencana alam. Bencana alam ini berupa jalan ambles dan tanah longsor,” tutur mantan Kasat Lantas Polres Mandailing Natal ini.

Guna mengantisipasi kedua gangguan tersebut, sambung Pranggono, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk menyiagakan alat berat selama Operasi Ketupat ini.

“Selama libur lebaran ini, kita prediksi akan ada peningkatan volume kendaraan, entah itu warga yang pulang kampung atau berwisata,” katanya.

“Ketepatan saat ini di wilayah Kabupaten Dairi, curah hujan sedang tinggi. Untuk itu, diharapkan masyarakat yang akan bepergian menuju Dairi menggunakan kendaraan saat libur lebaran nanti agar berhati-hati, terutama ketika melintas di titik-titik rawan yang disebutkan tadi,” pungkas Pranggono.

Sebelumnya saat gelaran apel, Wakapolres Dairi Kompol Togu Matanari saat membacakan amanat Kapolri mengatakan, potensi kerawanan pada Operasi Ketupat Tahun 2019 lebih kompleks dibandingkan tahun lalu, sebab berdekatan dengan proses tahapan Pemilu 2019.

Berbagai potensi kerawanan dimaksud antara lain, gangguan stabilitas kamtibmas seperti aksi serangan teror, kemudian aksi intoleransi disertai kekerasan, persoalan terkait stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok.

Selanjutnya, gangguan terhadap kelancaran dan keselamatan tranportasi darat, laut, dan udara, serta bencana alam.

(cr16/Uri.co.id) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!