Pejabat Pemko Siantar Tawarkan Tanah Negara kepada Pengusaha, Berujung Laporan ke Polisi

oleh

Pejabat Pemko Siantar Tawarkan Tanah Negara kepada Pengusaha, Berujung Laporan ke Polisi

Uri.co.id-Pengusaha Tjaw Kim (51) melaporkan Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Pematangsiantar Hamam Soleh atas dugaan penipuan penjualan tanah.

Sesuai dengan laporan polisi Nomor: LP/254/V/2019/SU/STR tetanggal 21 Mei 2019, Tjaw Kim resmi melaporkan Hamam Soleh ke Polres Kota Pematangsiantar.

Saat itu, Hamam Soleh yang berstatus sebagai Camat datang menawari sebidang tanah dengan ukuran 14×36 meter yang terletak di Jalan Dipenogoro Nomor 3 Kota Pematangsiantar.

Hamam Soleh menawari tanah itu senilai Rp 1 miliar. Ia datang menemui Tjaw Kim dengan membawa Asmawati (67) yang mengaku sebagai pemilik tanah.
Tjaw Kim melaporkan Kabag Humas Pemko Siantar Hamam Soleh atas dugaan penipuan jual-beli tanah.

Tjaw Kim melaporkan Kabag Humas Pemko Siantar Hamam Soleh atas dugaan penipuan jual-beli tanah. ( MEDAN/Tommy Simatupang)

Tjaw Kim yang saat itu memang membutuhkan lahan menanyakan alas hak (sertifikat) tanah tersebut. Namun, Hamam Soleh beralasan kekurangan uang untuk mengurus dan menerbitkan sertifikat tanah.

“Saya berikan Rp 30 juta untuk mengurus sertifikat tanah itu,”ujar Tjaw Kim, Senin (27/5/2019).

Tak begitu lama, Soleh datang lagi meminta uang Rp 25 juta dengan alasan masih kurang untuk menerbitkan sertifikat.

Pada Maret 2013, Notaris yang ditunjuk untuk mengurus alas hak meminta lagi uang sebesar Rp 10 juta untuk biaya permohonan pengurusan hak dan pajak Asmawati.

Melihat ada kejelasan, Tjaw Kim lantas  mengirim uang Rp 245 juta untuk panjar tanah yang total Rp 1 Miliar.

“Tak begitu lama surat datang menyatakan bahwa tanah itu masih aset pemerintah daerah Provinsi Sumut. Milik Dinas PU Provinsi Sumut,”ujarnya.

Tjaw Kim yang kesal meminta kejelasan terhadap Soleh dan Asmawati. Kata Tjaw Kim, Soleh berjanji akan mengurus ke pengadilan untuk mendapatkan sertifikat.

Hingga tahun 2015, kata Tjaw Kim sertifikat tanah itu tidak didapatkan. Bahkan, melalui notaris, Tjaw Kim menerima surat resmi dari Pemerintah Provinsi yang menyatakan tanah itu masih milik negara.

Tjaw Kim mengatakan sudah meminta uangnya sebesar Rp 300 untuk dipulangkan. Menurutnya, Soleh dan Asmawati tidak memiliki itikad baik untuk memulangkan uangnya.

“Saya tunggu-tunggu tidak ada niat baik untuk mengembalikan. Nomornya tidak dapat dihubungi. Saya sering jumpa dengan Soleh, tetapi dia cuek merasa tidak bersalah. Makanya, sekarang kita laporkan. Karena sudah lama sejak tahun 2012 hingga sekarang tidak dikembalikan,”ujarnya.

Kabag Humas Polres Kota Pematangsiantar Iptu Resbon Gultom membenarkan telah menerima surat pengaduan Tjaw Kim tentang kasus penipuan yang dilakukan Hamam Soleh dan Asmawati.

“Sekarang kita tahap memanggil saksi-saksi. Sedang dalam proses,”ujarnya.

Terpisah Uri.co.id melihat tanah yang diperjual-belikan yang diduga milik negara itu masih ditempati sebuah rumah makan kecil. 

Tanah yang berada di pusat Kota Pematangsiantar itu tampak terisi dengan bangunan-bangunan rumah warga.

(tmy/Uri.co.id) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!