Zoni Paribo dan Eskavator Diterjang Longsor ke Jurang, Petugas Evakuasi Menunggu Bantuan Brimob

oleh

SIMALUNGUN, – Mayat Zoin Paribo Siregar pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) masih terperangkap di dalam eskavator yang jatuh ke jurang yang terdapat sungai di Dusun Kariahan Usang Desa Bongguran Kariahan Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Senin (27/5). Zoin yang bekerja sebagai eskavator diterjang longsor pada Minggu (26/5) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolsek Pematangraya AKP Rekson Sinaga mengungkapkan petugas dari unsur TNI dan SAR masih menunggu bantuan alat berat dari Brimob.

Mayat Zoin sulit dijangkau karena medan yang terjal.

AKP Rekson menjelaskan eskavator angkat diangkat pada hari ini menggunakan alat berat brimob.

“Kemungkinan besok kita angkat bangkai eskavatornya. Alat sudah bersiap,”katanya via seluler.

AKP Rekson mengatakan bangkai eskavator dalam kondisi terbalik. Ia memperkirakan mayat korban terjepit di dalam eskavator.

Perwira dengan tiga balok di pundaknya ini mengungkapkan korban Zoin berencana membersihkan badan jalan yang tertimbun longsor.

Pada saat pengerjaan, tiba-tiba gundukan tanah mengalami longsor besar. Tanah yang longsor menghantam eskavator. Tanah yang longsor juga menghantam pohon besar sehingga mendorong korban yangbberada di dalam eskavator hingga 100 meter ke jurang.

“Sehingga mengakibatkan
Escavator terbalik, selanjutnya pohon yang ikut terseret longsor kembali menghantam Eskavator dan menyebabkan Eskavator terjatuh ke jurang dan terseret sejauh 100 meter,”katanya.

Petugas evakuasi sempat melakukan penyelamatan dengan cara manual. Namun, kata AKP Rekson belum mampu mengangkat eskavator yang memiliki bobot besar.

“Proses evakuasi dilakukan secara sederhana dengan menggunakan perlengkapan tali seadanya dan belum mampu mencapai titik kabin eskavator yang diduga operator tersebut masih terjebak di dalam,”ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun Mudahalam Purba mengungkapkan korban beetugas sebagai operator.

“Satu orang saja. Belum tahu kita namanya. Di situ kan ada proyek PLTMH. Dia lagi bekerja menggunakan eskavator. tiba-tiba jatuh tanah. Saya dapat informasi dari camat,”ujarnya.

Kepala Desa Bongguran Kariahan Darfinson Purba mengatakan medan lokasi longsor sulit dijangkau. Lokasi hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

“Tidak ada kenderaan yang bisa melintas menuju lokasi longsor. Hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki,”katanya.

Sementara, Danramil Raya Kapten Muslim Saragih mengungkapkan sat itu korban sedang melakukan pengorekan tanah untuk memperlancar air dari gunung untuk proyek PLTMH.

“Positif satu orang korban. Iya, ini sedang kita upayakan cara mengevakuasi korban,”pungkasnya.

(tmy/Uri.co.id) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!