Jelang Lebaran, Dinas Perhubungan Sumut Gelar Ramp Check di Terminal Kabanjahe

oleh

Uri.co.id, KABANJAHE – Jelang arus mudik yang tinggal menghitung hari, tentunya kesiapan akan angkutan lebaran sangat diperhatikan.

Untuk memastikan seluruh kendaraan layak untuk mengangkut penumpang, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Utara menggelar inspeksi keselamatan (Ramp Check) di Terminal Kabanjahe. Pada inspeksi ini, Dishub dibantu oleh personel Satlantas Polres Tanah Karo, dan Jasa Raharja. 

Kepala Unit Pelayan Terpadu Pengelolaan Sarana dan Prasarana Perhubungan (UPT PSPP) Kabanjahe Dameria Tampubolon, mengungkapkan pengecekan ini ditujukan untuk antisipasi ketidaksiapan kendaraan mengangkut penumpang.

Terlebih, pada saat arus mudik pengguna kendaraan umum akan lebih banyak dari hari biasanya. Dirinya menyebutkan, pengecekan ini akan digelar hingga tanggal 10 Juni mendatang.

“Pengecekan ini kita lakukan untuk antisipasi kendaraan lebaran, terutama yang berjenis Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Selain di sini, nanti pemeriksaan juga kita lakukan ke tiga kabupaten lainnya, sperti Dairi, Pakpak Bharat, dan Samosir,” ujar Dameria, Minggu (26/5/2019).

Dameria mengaku, pada pemeriksaan kali ini sama seperti pemeriksaan hanya menyasar kondisi angkutan yang biasa mengangkut penumpang. Dirinya mengatakan, ada tiga tahap yang menjadi poin penting pada pemeriksaan ini. Yaitu unsur teknis, administrasi, dan pendukung.

Wanita berbaju putih itu menyebutkan, untuk unsur teknis meliputi kelengkapan kendaraan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Dirinya mengatakan, untuk teknis sendiri pihaknya menggaris bawahi beberapa item. Seperti keadaan dan fungsi ban, rem, lampu utama, lampu sein, dan lampu rem.

“Misalnya ban, kalau ban sudah melebihi batas wajar walaupun dia vulkanisir tapi tidak terlihat lagi tanda segi tiganya, itu sudah tidak kita berikan rekomendasi untuk jalan lagi. Lampu-lampu juga harus menjadi perhatian untuk melakukan perjalanan malam,” katanya.

Sementara untuk unsur administrasi, pihaknya memeriksa kelengkapan tentang kelengkapan surat-surat kendaraan. Seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM) supir, hingga kartu pengujian kendaraan secara berkala (Kir). Dan pemeriksaan unsur pendukung, meliputi petunjuk kecepatan laju kendaraan, sistem pembersih kaca (wiper), sabuk pengaman, hingga klakson.

“Bagi kendaraan yang tidak lulus Ramp Check, tidak akan kasih kita rekomendasi untuk jalan, sebelum pemilik melengkapi unsur-unsur yang kita tetapkan. Kalau mereka memaksa untuk jalan dengan kondisi seperti itu, maka resiko di jalan akan menjadi tanggung jawab mereka,” ucapnya.

Dameria mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan didapati masih banyak kendaraan yang tidak memenuhi tiga unsur tersebut. Dirinya menyebutkan, jika dilihat dari unsur teknis memang dari sekian banyak kendaraan sudah 50 persen yang memenuhi unsur. Namun, dirinya sangat menyayangkan masih banyak pemilik kendaraan yang kurang sadar tentang kelengkapan administrasi.

Dirinya menyebutkan, memang untuk kelengkapan surat kendaraan terbilang sudah cukup baik, namun yang bermasalah adalah mengenai surat uji kir yang masih belum tertib. Namun, dirinya mengaku jika di Kabupaten Karo memang beberapa waktu terakhir tempat uji kirnya tidak ada.

“Karena kir di sini sudah ditutup dari kementerian, itulah salah satu kendala kita, mereka enggak mungkin untuk uji saja ke Medan, karena bermarkasya di sini. Untuk itu kita sangat mendukung pemerintah Kabupaten Karo untuk mengadakan tempat uji kir,” ungkapnya.

Saat ditanya perihal perihal pemeriksaan supir, seperti memastikan para pengemudi bebas dari narkoba, dirinya menyebutkan belum melakukan hal seperti itu. Dirinya mengaku, memang pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP).

“Kita belum ada rencana dalam waktu dekat, karena BNNnya belum siap, mudah-mudahan untuk waktu yang akan datang mereka siap,” katanya.

Dirinya berpesan kepada masyarakat yang akan melakukan mudik, agar bijak dalam memilih kendaraan umum saat akan bepergian. Terutama untuk lebaran, dirinya mengarahkan masyarakat untuk menggunakan kendaraan yang telah diuji dengan ditandai stiker layak jalan oleh pihak Dishub.

“Silakan pakai armada yang sudah kita cek dan kita tempel stiker angkutan lebaran, yang berarti mereka sudah layak jalan. Baik secara teknis, administrasi, maupun pendukungnya. Kita harapkan masyarakat jadi pengguna angkutan yang bijak,” pungkasnya.

(cr4/Uri.co.id)  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!