Special Olympics Indonesia Undang Para Atlet Disabilitas Berbuka Bersama

oleh

Special Olympics Indonesia Undang Para Atlet Disabilitas Berbuka Bersama

Uri.co.id – Suasana haru memenuhi ruang Ballroom 1 Hotel Santika Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 7 Petisah Tengah, saat seorang anak berkebutuhan khusus membacakan puisi untuk ibunya berjudul Tuhan Tidak Pernah Salah.

Beberapa orang terlihat menitikkan air mata saat anak tersebut meluapkan perasaannya di atas panggung.

“Kumohon, kumohon, jangan sesali kehadiranku, jangan merasa malu memilikiku, aku tau letih diragamu Bunda, aku tau kesedihan, kegelisahanmu, dalam kebingungan, saat kau tau aku terlahir tidak sempurna, tapi percayalah bunda, Tuhan tidak pernah salah,” tuturnya saat mengisi acara berbuka puasa tanpa batas berjudul Celebrate Inclusifity yang diselenggarakan oleh Special Olympics Indonesia, bertajuk The Revolution is Inclusion, Sabtu, (25/5)

Kegiatan ini turut mengundang 50 atlet-atlet penyandang Tunagrahita untuk bisa diapresiasi dan memberikan inspirasi bagi para pemuda yang hadir.

Ketua Panitia Acara, Satyananda Kusuma menuturkan tidak hanya sekedar buka puasa bersama, kegiatan ini juga menghadirkan serangkaian acara kreatif seperti unified doodling/menggambar, bernyanyi, baca puisi dan lainnya.

“Kita buat bernyanyi sambil bermain games, dan untuk menghilangkan adanya batas diantara kita dan mereka semua peserta yang hadir wajib memperlakukan mereka dengan cara yang sama, sehingga mereka akan merasa lebih percaya diri kedepannya,” tutur pria berusia 24 tahun ini.

Bukan hanya Special Olympics Indonesia saja, namun kegiatan ini juga mengajak beberapa komunitas kota Medan untuk menjalankan misi Inklusi yakni menyelenggarakan pelatihan olahraga sepanjang tahun dan kompetisi dalam berbagai jenis olahraga yang diolimpiadekan bagi warga dengan Tunagrahita.

Satyananda menjelaskan bahwa Special Olympics merupakan sebuah gerakan global yang didirikan oleh Eunice Kennedy Shriver pada tahun 1968 sebagai satu-satunya olimpiade olahraga khusus Penyandang Disabilitas Intelektual di dunia.

” Medan ini sebagai salah satu kota terbesar ketiga dengan jumah atlit disabilitas terbesar ketiga di Indonesia, sehingga Indonesia menjadi rumah yang wajib menghargai kehadiran para atlit yang memiliki kebutuhan khusus yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa,” katanya

Selain itu kegiatan ini juga turut mengundang perwakilan dari beberapa sekolah luar biasa (SLB) di kota Medan.

“Kita undang dari beberapa sekolah SLB di Medan, didampingi oleh bebberapa guru dan kaka asuh, tujuan kita simpel, kita ingin menyebar inspirasi bagi lebih banyak orang diluar sana agar memperlakukan teman-teman
Tunagrahita dengan setara,” tuturnya.

Ketua panitia, Satyananda Kusuma menegaskan bahwa tidak selamanya penyandang Tunagrahita terhalang mencapai mimpi ataupun terhambat mencapai cita-cita.

“Justru yang mereka butuhkan adalah dukungan dari kita, kalau kita peduli, aktif maka akan semakin banyak pemuda berprestasi yang mengharumkan nama bangsa, dan para atlit saat ini sudah membuktikan hal itu” katanya.

International Olympics Committee (IOC) sebagai satu-satunya olimpiade olahraga khusus Penyandang Disabilitas Intelektual di dunai turut ambil andil dalam mengembangkan pemuda pemudi Indonesia.

“Indonesia bergabung menjadi anggota Special Olympics ke-79 pada 9 Agustus 1989. Sekitar 170 negara telah bergabung dalam gerakan Special Olympics. Indonesia yang mendapat akreditasi dari pemerintah Indonesia dan Special Olympics International (SOI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga bagi warga Disabilitas Intelektual di Indonesia,”

(cr21/Uri.co.id) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!