Penjual Rokok Korban Penjarahan Aksi 22 Mei Diundang ke Istana, Diberi Uang Ganti Rugi oleh Jokowi

oleh

MEDAN.com – Aksi 22 mei 2019 yang berujung rusuh menjadi cerita pilu sekaligus menggembirakan bagi Abdul Rajab (61), pemilik warung di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

Kisah pilu terjadi saat warung milik Rajab dijarah oleh perusuh aksi 22 Mei. Ia tak bisa berbuat apa-apa menghadapi para perusuh.

Ia pun cuma bisa parah melihat rokok dan uang dagangannya dijarah oleh perusuh.

Beberapa hari kemudian, para korban penjarahan saat aksi rusuh 22 Mei, mendapat kabar menggembirakan.

Mereka diundang ke Istana Negara untuk bertemu langsung dengan Presiden Jokowi.
2 Bus Polisi Terbakar, Polisi Ungkap Massa Bayaran dari Luar Jakarta, Penyelidikan Pemicu Kerusuhan

2 Bus Polisi Terbakar, Polisi Ungkap Massa Bayaran dari Luar Jakarta, Penyelidikan Pemicu Kerusuhan (Uri.co.id/JIMMY RAMADHAN AZHARI)

Abdul Rajab (61), satu di antara pemilik warung yang menjadi korban penjarahan, mengaku diberi sumbangan oleh Presiden Joko Widodo saat bertemu di Istana Negara, Jumat (24/5/2019).

Selain Rajab, korban penjarahan lainnya bernama Ismail turut diundang Jokowi ke Istana Negara.

Rajab menceritakan, saat pulang dari Istana, ia diberi sumbangan berupa uang oleh Jokowi. Dia juga diberi motivasi oleh Jokowi untuk kembali berusaha dan bangkit setelah menjadi korban penjarahan.

“Dia (Jokowi) ngomong kalau bisa berusaha lagilah. Ada bantuan dari bapak Presiden, berupa uang. Diamplopin,” kata Rajab saat ditemui di warungnya, Sabtu (25/5/2019).

Rajab tak mau menyebut besaran nilai uang yang diberi Jokowi. Menurut Rajab, nilai itu cukup untuk dirinya membeli modal untuk kembali berdagang.

“Isinya rahasia. Tapi cukup, alhamdulillah. Kerugian sampai Rp 50 jutalah. Cukuplah untuk mengulang dari awal,” ujar Rajab.

Rencanannya, Rajab akan kembali mulai berdagang pada Senin (27/5/2019) di lokasi yang sama. Dia pun bersyukur bisa bertemu Jokowi dan mendapat bantuan sehingga bisa kembali berdagang.

“Kalau saya bilang, kalau bisa kerusuhan ini jangan sampai terjadi lagilah,” tutur Rajab.

Pinjam Batik Teman
Rajab menceritakan, awalnya ia kaget saat dipanggil ke Presiden Joko Widodo ke Istana Negara.

Undangan ke Istana Negara ia terima pada Jumat (24/5/2019) siang.

Ketika itu, Rajab yang sedang duduk meratapi warungnya itu tiba-tiba didatangi seorang anggota kepolisian yang memberitahu bahwa dirinya dipanggil Presiden Joko Widodo.

“Enggak tahu sama sekali, kaget aja tau-tau ada panggilan kemarin. Ada yang nyamperin saya dari Binmas, ‘Kamu dipanggil Bapak Presiden, pakaian kau, pakai batik’,” kata Rajab saat ditemui di warungnya, Sabtu (25/5/2019).

Rajab yang sudah kehilangan barang-barangnya seperti pakaian, alat mandi, dan lainnya itu terpaksa harus meminjam batik kerabatnya untuk pergi ke Istana Negara.

Sebab jika harus pulang, rumah Rajab berada di Depok, Jawa Barat.

“Pas kemarin enggak pakai batik. Akhirnya pinjamlah punya teman. Naik mobil patroli, dari sini setengah 3 sore sama Pak Ismail. Sampai istana langsung ketemu Pak Jokowi,” ujar Rajab.

Dia menjelaskan, saat bertemu Jokowi, dia ditanyakan kenapa bisa sampai terjarah. Rajab pun menjawab bahwa dirinya sudah pasrah melihat warungnya dijarah.

“Dia (Jokowi) bilang, kenapa bisa kena jarah? Kami bilang, massa banyak, sudah enggak ketolong. Kami pertahankan juga nanti kami yang jadi korban. Kenapa bisa terjadi ya? Kata dia, yang dijarah orang kecil lagi,” tutur Rajab.

Pertemuan Rajab dengan Jokowi berlangsung sekitar 25 menit. Setelah itu, Rajab dan korban penjarahan lainnya bernama Ismail diantar pulang ke rumahnya masing-masing.

Rajab bercerita, akibat kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei itu, dirinya mengaku mengalami kerugian hingga Rp 50 juta. Seluruh dagangannya ludes tak tersisa. “Sisir saya aja sampai diambil juga, Pak,” ujar Rajab.

Sebelumnya, kericuhan terjadi sejak Selasa (21/5/2019) hingga Kamis (23/5/2019) dini hari. Kerusuhan terjadi pasca-aksi unjuk rasa massa di depan Kantor Bawaslu RI, tepatnya di perempatan Sarinah, Jakarta Pusat.

Akibat kerusuhan itu, sejumlah fasilitas umum di jalan tersebut rusak termasuk Pos Polisi Sabang di Jalan KH Wahid Hasyim.(*)

Uri.co.id “Cerita Rajab Bisa Kembali Berjualan Setelah Bertemu Jokowi” ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!