Medan Par Par Hadirkan Beragam Kue Halal Berbahan Dasar Kentang

oleh

MEDAN.Uri.co.id, MEDAN – Medan Par Par di launching pertama kali pada 5 November 2017 dengan mengusung konsep oleh-oleh kekinian yang berbahan dasar kentang. Kentang dipilih mengingat Sumatera Utara sebagai salah satu daerah penghasil kentang di Indonesia.

“Terutama di Berastagi ya. Sedikit banyak kita ingin membantu meningkatkan kesejahterakan petani kentang yang ada di daerah kita ini. Lagipula belum banyak yang membuat cake atau bolu yang berbahan dasar kentang di sini,” ujar General Manager Medan Par Par, Leo Nugroho.

Dengan menggunakan kentang, kue yang dihasilkan bisa jauh berbeda. Kata Chef Medan Par Par Hefferli Vebriano, kentang memiliki kandungan karbohidrat yang lebih banyak dari tepung roti.
Medan Par par

Medan Par par ( MEDAN/DANIEL)

“Cake dan bolu pasti memiliki tekstur yang berbeda. Dengan menggunakan kentang, kue di sini memang lebih tidak gampang pecah saat dipotong namun teksturnya pas,” ujar Chef Vebriano.

Sebagai kue milik Ustadzah Oki Setiana Dewi, Medan Par Par ini sudah terkenal dengan kehalalannya. Namun meski begitu Medan Par Par tetap memiliki sertifikasi halal.

“Pemiliknya adalah Ustadzah jadi mulai dari prosedural pembuatannya sudah melewati prosedur dari MUI yang memastikan produk yang kita keluarkan halal,” kata Leo.

Di Medan, outlet utama Medan Par Par ini ada di Jalan K H Wahid Hasyim dan Hotel Syariah Grand Jamee. Selain itu ada di Plaza Medan Fair, Stasiun Kereta Api Medan, Kualanamu lantai 1 dan lantai 2.

“Keunggulan dari Medan Par Par ini adalah kita memakai bahan dasar kentang. Selain itu semua bahan yang dipakai dalam pembuatan kue ini merupakan bahan-bahan berkualitas. Kita ingin menyuguhkan Medan Par Par ini secara presentasi bagus dan rasanya enak,” tegas Leo.

Medan Par Par memiliki banyak jenis produk kue mulai dari bolu, cake, dan kombinasi cake dan puff pastry. Masing-masing jenis kue ini memiliki berbagai varian.

“Untuk bolu ada yang pakai topping dan polos, untuk cake ada creamy cheese, hazelnut chocolate, dan greentea darkness. Dan yang unik adalah cake dan puff pastry ini yang kita beri nama trio premium. Trio premium ini memiliki tiga rasa yaitu ada rasa green tea, coklat, dan tiramisu,” ujar Chef Vebriano.

Sajian creamy cheese dan hazelnut chocolate menjadi kue yang menjadi best seller dari lini cake. Sedangkan untuk bolu polos, varian double chocolate menjadi menu yang paling banyak diminati.

“Untuk bolu bertopping yang paling banyak dicari adalah blueberry double keju dan mocca tiramisu. Kita produksi lebih kurang 1000 kue setiap harinya untuk mencukupi semua kebutuhan outlet kita,” katanya. (cr18)

Hadirkan Kue Spesial di Bulan Suci

Selama bulan ramadan, Medan Par par menghadirkan kue varian terbaru yakni date al karama. Varian ini terbuat dari dari kurma yang dikombinasikan dengan rasa jeruk dan campuran vanilla crumble.

“Nanti seminggu sebelum lebaran kami akan menghadirkan varian terbaru yaitu cake nastar. Varian ini khusus ada selama lebaran saja,” kata Leo.

Menu ini dihadirkan untuk memberikan variasi pilihan untuk para pelanggan Medan Par Par. Chef Vebriano ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan rasa yang berbeda tapi berkonsep bulan ramadan.

Selain itu di tempat ini juga terdapat pancake isi durian, kue kering dengan berbagai varian seperti green tea snowball, kue semprit greentea, chocolate breton cookies, vanila breton cookies, dan sable cookies.

Chef Vebriano mengatakan pihaknya selalu melakukan inovasi untuk bisa menghadirkan varian kue yang cocok dengan lidah warga Kota Medan.

Sesudah lebaran nanti, Medan Par Par juga akan kembali menghadirkan varian bakery. Ada 10 varian yaitu coklat, coklat keju, coklat pisang, cinnamon, mexican bread, abon ayam, sosis, donat coklat, dan donat keju.

“Produk bakery yang kami keluarkan masih berbahan dasar kentang. Harganya mulai dari Rp 6 ribu hingga Rp 10 ribu,” pungkasnya. (cr18)

Diskon Hingga 20 Persen

Leo mengatakan sambutan warga Medan terhadap Medan Par Par sangat positif. Meski kondisi ekonomi yang tidak terlalu bersemangat, menurutnya Medan Par Par masih bisa bertahan.

“Harga kuenya bervariasi. Yang paling murah mulai harga Rp 60 ribu. Selain itu hingga 26 Mei 2019, minimal pembelian dua kue mendapatkan diskon 20 persen dan khusus cookies beli tiga cukup bayar Rp 100 ribu, ” ujar Leo

Leo mengatakan untuk tamu dari sekitar Sumatera, pengunjung yang paling banyak berasal dari Aceh. Sedangkan untuk tamu dari luar negeri yang paling sering datang adalah tamu yang berasar dari Malaysia dan Singapura.

“Mungkin karena orang Aceh juga sangat mengenal Ustadzah Oki Setiana Dewi. Kita juga menjalin kerja sama dengan beberapa travel yang ada di Medan,” katanya (cr18) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!