KISAH PILU PEDAGANG, Kios Dijarah Perusuh, Fakta di Balik Kerusuhan 21 dan 22 Mei

oleh

Uri.co.id – KISAH PILU PEDAGANG, Kios Dijarah Perusuh, Fakta di Balik Kerusuhan 21 dan 22 Mei.

//

Kerusuhan yang dilakukan sekelompok massa tanggal 21 dan 22 Mei 2019 membawa duka mendalam.

KISAH PILU PEDAGANG, Kios Dijarah Perusuh, Fakta di Balik Kerusuhan 21 dan 22 Mei

KISAH PILU PEDAGANG, Kios Dijarah Perusuh, Fakta di Balik Kerusuhan 21 dan 22 Mei (Instagram @tmcpoldametro)

Selain jatuhnya sejumlah korban jiwa, massa aksi yang berujung rusuh ini juga menyebabkan kerugian tidak sedikit bagi Ismail (68) dan Usma (68).

Ismail dan Usma mengalami kerugian hingga Rp 20 juta setelah massa perusuh menjarah kios mereka.

Ismail pemilik warung kopi (warkop) di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat dirugikan oleh ulah sekelompok massa setelah warung tempatnya mencari nafkah dibakar.

Kata Ismail, insiden tersebut terjadi pada sekira pukul 23.00 WIB, Rabu (22/5/2019).

“Kejadiannya semalam jam sebelas. Buku tabungan, dua kompor, bangku, penggorengan, panci, gas elpiji, habis kebakar. Rugi saya, kira-kira dua puluh juta (Rp20 juta),” kata Ismail, di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019) saat ditanya Uri.co.id.

Ismail menjelaskan, kejadian bermula ketika massa aksi hendak menuju ke Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat.

Saat itu massa aksi melihat ada Pospol Sabang yang ternyata berada di samping warkop milik Ismail.

“Sumpah, saya kaget banget. Tau-tau dibangunin paksa, saya mau dipukulin disangka polisi. Saya bilang, saya bukan polisi tapi yang punya warkop. Tapi mereka tidak percaya,” jelas Ismail.

“Akhirnya ada lima orang yang membela saya, mereka bilang (jangan dipukulin, kasihan). Nah, saya lihat ada orang pakai kaos putih teriak provokator begitu. Dia bilang, bakar saja bakar pospolnya,” sambung Ismail.

Tak lama, kata Ismail, massa aksi ada yang terprovokasi dan segera membakar Pospol Sabang hingga apinya merembet ke warkop miliknya.

“Satu orang langsung menyiram bensin ke dalam Pospol. Terus apinya menyambar ke warkop saya. Sedih saya, tidak bisa berbuat apa-apa,” ucap Ismail yang memiliki empat orang anak.

Saat api mulai padam, lanjut Ismail, dirinya langsung merangsek ke dalam warkop guna mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Sayang, kata Ismail, tak ada satu pun barang yang tersisa.

“Semuanya jadi abu. Sakit hati saya. Tapi mau bagaimana lagi, yang penting badan saya masih selamat,” Ismail bersedih.
Usma (64) pemilik warung rokok yang menjadi korban penjarahan massa aksi, Rabu (23/5/2019) malam.

Usma (64) pemilik warung rokok yang menjadi korban penjarahan massa aksi, Rabu (23/5/2019) malam. (Tangkapan Layar Kompas TV)

Dari pantauan Uri.co.id di lokasi, warkop milik Ismail tampak tak berbentuk. Semua menjadi abu dan warung beserta Pospol Sabang, Jakarta Pusat diberi garis polisi.

“Leher saya kena serpihan kaca pas mau menyelamatkan barang-barang juga di Pospol. Ampun ya Allah,” ujarnya.

Ismail pun berharap, agar pelaku pembakaran ini dapat ditangkap.
KISAH PILU PEDAGANG, Kios Dijarah Perusuh, Fakta di Balik Kerusuhan 21 dan 22 Mei

KISAH PILU PEDAGANG, Kios Dijarah Perusuh, Fakta di Balik Kerusuhan 21 dan 22 Mei (kompastv)

“Semoga segera ditangkap. Jangan ada pembakaran lagi. Dan semoga warung saya bisa dapat ganti rugi,” ujar Ismail.

Kesedihan juga dialami Usma, pedagang rokok di Jalan KH Wahid Hasyim.

Matanya memerah seperti sedang menahan tangis.

Kerusuhan massa yang terjadi pada Rabu (22/5/2019) malam ikut merugikan Usma yang sudah puluhan tahun berdagang di Jalan KH Wahid Hasyim.

Rokok dan minuman dagangannya ludes dijarah massa yang mengamuk.

“Rugi kurang lebih Rp 20 juta. Yang diambil rokok sama minuman dagangan. Rokok sisa dua bungkus dari awalnya banyak slop,” kata Usma saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (23/5/2019).

Usma mengisahkan, penjarahan itu terjadi pada Rabu tengah malam.

Saat itu, kerusuhan sedang memanas karena massa yang bikin onar di perempatan Sarinah dipukul mundur ke arah Gondangdia.

Sebetulnya, Usma sudah mengantisipasi kericuhan massa dengan menutup lapak ketika jam menunjukkan pukul 23.00 WIB.

Namun, lapaknya tetap dijebol perusuh. “Padahal, saya sudah kunci rapat ini lapaknya. Balik-balik tadi pagi sudah kosong melompong warungnya,” kata Usma sambil menatap kiosnya yang bercat putih.
KISAH PILU PEDAGANG, Kios Dijarah Perusuh, Fakta di Balik Kerusuhan 21 dan 22 Mei

KISAH PILU PEDAGANG, Kios Dijarah Perusuh, Fakta di Balik Kerusuhan 21 dan 22 Mei (NEWS/IRWAN RISMAWAN)

Usma tidak hanya kehilangan barang dagangan. Uang tabungan dan beberapa helai pakaian yang ia miliki juga ikut ludes.

“Saya baju enggak ada yang tertinggal satu pun. Sisanya enggak ada, terbakar, karena ditaruh di pos polisi. Makanya saya mau pulang dulu,” ujar Usma.

Atas kejadian itu, Usma pun sudah melapor kepada polisi. Saat ditanya harapannya, ia tak neko-neko. Ia hanya berharap supaya Jakarta selalu aman dan kejadian serupa tak terjadi lagi.
2 Bus Polisi Terbakar, Polisi Ungkap Massa Bayaran dari Luar Jakarta

2 Bus Polisi Terbakar, Polisi Ungkap Massa Bayaran dari Luar Jakarta (KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARI)

Pelaku Pembakaran dan Janji Gubernur DKI Jakarta.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Harry Kurniawan menyebut pelaku pembakaran sudah diamankan.

Kata dia, ada puluhan tersangka pembakaran Pospol Sabang yang sudah diamankan semalam.

“Pelaku ada puluhan sudah kami amankan. Dan soal pembakaran Pospol Sabang, tadi kata Pak Gubernur DKI janjinya bakal segera diperbaiki. Tapi untuk warung pak Ismail, belum tahu ya tadi pak Gubernur belum tahu kayaknya,” jelas Kombes Pol Harry Kurniwan, saat meninjau lokasi Pospol Sabang, Jakarta Pusat, pada waktu bersamaan.

(*)

 Baca: Kabar Amien Rais Diperiksa Hari Ini, Polisi Ungkap Pemeriksaan terkait Kasus Dugaan Makar

 Uri.co.id  Cerita Duka Usma dan Ismail Korban Perusuh di Jalan KH Wahid Hasyim, Kios Dibakar Dagangan Dijarah,  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!