Hakim Vonis Anggota DPRD Sumut Helmiati 4 Tahun Penjara, Terbukti di Pengadilan Korupsi Bersama-sama

oleh

Uri.co.id – Hakim Vonis Anggota DPRD Sumut Helmiati 4 Tahun Penjara, Terbukti di Pengadilan Korupsi Bersama-sama.

//

ANGGOTA  DPRD Sumatera Utara Helmiati divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Helmiati juga dihukum membayar denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama,” ujar ketua majelis hakim Muhammad Siraj di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Dalam pertimbangan, hakim menilai Helmiati tidak mendukung pemerintah dalam program pemberantasan korupsi.

Baca: KRONOLOGI Pembunuhan Sadis di GBI, Jihan Tewas di Kamar Mandi, Suami Kena Sabet Berlumur Darah

Namun, Helmiati dinilai bersikap kooperatif dengan mengakui dan menyesali perbuatan.

Selain itu, Helmiati juga sudah menyerahkan uang suap yang diterima kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar Rp 474,5 juta.

Selain pidana penjara, Helmiati juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp 20,5 juta. Jumlah itu sisa uang yang belum diserahkan Helmiati kepada KPK.

Dalam kasus ini, Helmiati terbukti menerima uang Rp 495 juta.

Uang tersebut diberikan agar Helmiati dan anggota DPRD lainnya memberikan pengesahan terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPJP) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2012, dan pengesahan APBD Perubahan TA 2013.

Kemudian, agar memberikan persetujuan pengesahan APBD TA 2014 dan APBD Perubahan TA 2014. Selain itu, persetujuan pengesahan APBD TA 2015.

Selain itu, agar anggota DPRD Sumut menyetujui LPJP APBD Tahun Anggaran 2014 dan menolak menggunakan hak interpelasi pada 2015.

Helmiati terbukti melanggar Pasal 12 huruf b jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!