TRIBUNWIKI: Tiga Lokasi Berburu Takjil yang Cukup Populer di Kota Medan

oleh

Uri.co.id – Setiap Bulan Ramadan tiga lokasi menjual takjil di Kota Medan selalu diburu menjelang berbuka puasa. Bahkan sampai mengantre untuk membeli takjil.

Kata Takjil memang populer di kalangan masyarakat Medan, dan kata tersebut melekat pada bulan Ramadan.

Kata yang berarti makanan untuk berbuka puasa itu semula berarti menyegarkan dalam bahasa Arab.

Sebagian warga Medan yang tetap bekerja selama Ramadan dapat berburu takjil setidaknya di tiga lokasi berikut, yang berupa warung kaki lima pada bulan Ramadan, Selasa (21/5/2009).

1. Jalan Amaliun

Satu di antara pedagang Takjil di lokasi Jalan Amaliun, Ibu Lina, mengatakan bahwa pedagang Takjil yang berada di lokasi tersebut setiap hari pada bulan Ramadan mulai beroperasional pada pukul 13.00 WIB sampai ba’da Magrib.

Lina juga menjelaskan di sekitaran lokasi Jalan Amaliun ada 20 pedagang Takjil yang berjejer. Dari pedagang tersebut bermacam-macam menjual makanan untuk berbuka puasa.

“Kalau para pemburu Takjil datang ke lokasi Jalan Amaliun ini dapat memperoleh seperti anekaragam kue, seperti kue basah dan kue kering yang perbuahnya Rp 1000, kemudian ada Mi pecal, aneka ragam bubur, sayur pecal. Kalau Mie seporsi Rp 5000,” ucapnya.

Selanjutnya, tak hanya menjual aneka makanan untuk berbuka puasa tetapi lokasi jalan tersebut terdapat menjual aneka minuman yang menyegarkan seperti Es Doger, Es Cendol, Es Lengkong, cincau dan Es Buah.

Pedagang minuman dingin di lokasi tersebut, Ibu Suryani, mengatakan bahwasanya minuman Es buah, doger, cincau, lengkong dan buah serta Es cendol hampir rata dijual bekisar Rp 5000 dan Es Kelapa Rp 10.000. Kemudian, Suryani menjelaskan bahwasanya padangang Takjil yang berada di lokasi Jalan Amaliun sudah ada sekitar tahun 1990-an.

“Kalau pedagang Takjil yang ada di lokasi ini sudah ada sekitar tahun 90-an. Karena sebelum Ramadan Fair dibuka, pertama kali pedagang Takjil itu di sini dan ramai. Sangking ramainya maka dibuka lah Ramadan fair. Kalau dahulu sepanjang jalan Amaliun ini sampai depan Masjid Raya menjual Takjil,” tuturnya.

Satu di antara pedagang Takjil di lokasi jalan Amaliun, Irma, juga menjelaskan bahwa ramainya pemberu Takjil di lokasi Jalan Amaliun pada pukul 16.00 WIB atau habis ba’da Ashar. Dari berbagai kalangan datang ke jalan tersebut untuk memburu Takjil.

2. Jalan Dr Mansyur

Menurut satu di antara pedagang Takjil yang berada di Jalan Dr Mansyur, Topan Bara, mengatakan bahwa setiap bulan Ramadan di Jalan Dr Mansyur memang ramai dengan pedagang Takjil. Ia juga menjelaskan pedagang yang menjual Takjil sudah ada semenjak tahun 1995 di lokasi jalan Dr Mansyur.

Kemudian, Topan, menerangkan bahawa Ia menjual Aneka minuman dingin atau es, yaitu Es buah, cincau, kolak pisang, timun dan campur. Semua minuman es yang dijual hampir rata dibandrol dengan harga Rp 5000.

“Di sini jual minuman tak bisa mahal mahal karena pembelinya anak kuliahan. Jadi kami jual murah saja yang pas dengan kantong mahasiswa,” ujarnya.

Satu di antara pedagang Takjil yaitu beraneka ragam kue di lokasi tersebut, Ibu santi, menjelaskan bahwa Ia menjual aneka ragam kue yaitu kue basah dan kue kering. Santi menjual kuenya dengan harga Rp 100 perpotong.

Santi mengatakan kue yang dijuaknya meliputi bakwan, tahu isi, pisang goreng, dan kue basah seperti tipan, kue lapis, kue pulut dan kue bolu. Kemudian Santi menjelaskan bahwa pedagang Takjil setiap hari di bulan Ramadan mulai beroperasional pukul 15.00 WIB.

“Kalau di sini hampir rata mulai beroperasional pukul 15.00 WIb dan stand pedagang yang ada di sini sekitar 20 an. Kalau tahun-tahun yang lau bahkan sampai ratusan. Cuman sekarang sudah ada tempat yang tak diperbolehkan jualan,” ucapnya.

Selanjutnya, pedagang Mie dan Pecal di lokasi tersebut, Sally menjelaskan bahwa Ia menjual Mi dan Pecal dengan harga Rp 5 ribuan serta menjual gado-gado sekitar Rp 7 ribuan.

Sally juga mengtakan setiap bulan Ramadan Ia selalu menjual kue gorengan dan anekaragam kue basah, gado-gado, pecal, Mie pecal di lokasi jalan Dr Mansyur. Ia juga menjelaskan bahwa Ia berdagang Takjil dari semenjak Ia duduk di sekolah menengah pertama.

“Ia kalau jual takjil ini dari zaman SMP, sama mamak aku, ini aku jual sendiri mamak aku di rumah aja la, gantian jualan,”ujarnya

3. Jalan Pangeran Diponegoro

Satu di antara pedagang Takjil Tahu Isi Bakso, Rusmianto, mengatakan bahwasanya hampir rata penjual Takjil di lokasi Jalan Pengeran Diponegoro (Depan Masjid Agung) setiap hari di bulan Ramadan 1440 Hijriah ini mulai beroperasional pukul 14.00 WIB sampai ba’da Isyah.

Rusmianto juga menjelaskan baru tahun ini bisa berjualan Takzil di dapan Masjid Agung Medan dan bisa menyewa stand yang disewahkan pemerintahan setempat.

“Kalai saya di sini jual Tahu isi bakso goreng, dan bakwan goreng, serta tempe goreng. Saya jual rata rata Rp 1000, kami juak murah saja biar cepat habis dan ini dijamin enak,” katanya.

Sementara, ada juga pedagang minuman segar dan dingin, Ibu Santi, menjelaskan bahwasanya Ia sudah berjualan Takjil selama puluhan tahun setiap bulan Ramadan di pelantaran Masjid Agung Medan.

Santi, mengatakan bahwasanya yang dijualnya merupakan Es Cincau, Es Buah dan Es Doger serta Es Tebuh. Semua minuman dijualnya sekitar Rp 5000 dan kue basah seperti bolu, kue pulut dibandrol Rp 1000.

“Di sini jual murah tak jual mahal, kalau pedagang Takjil yang ada di sini ada sekitar kurang lebih 15 stand la. Biasanya kami pun tutup habis ba’da Isyah. Selain ini ada juak nasi dan lontong, bubur ayam, bubur pedas di stand-stan lainnya,” ujarnya.

Pegangan lontong sayur, Ibu Iyem mengatakan bahwasanya lontong dan nasi paki telur yang dijualnya dengan harga Rp 8000, jika pakai ayam harganya Rp 10.000. Selain itu, Iyem juga menjual gorengan seperti bakwan, tahu isi dan pisangbdengan harga Rp 1000.

Tak hanya itu saja, Iyem juga menjelaskan bahwa Ia juga terdapat pedagang yang menjual Mi dan Pecal. Kemudian, Iyem juga mengatakan sudah lama berjualan Takjil.

“Dahulu jualan di dalam Masjid Agung sekarangbkarena sudah dibuka stand-stand seperti ini makanya jual di luar. Alhamdulillah sekali lah, jadi rapi dan kelihatan indah serta tertata rapi jika jualan begini,” tuturnya.

(cr22/-Medan) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!