Usai Pencoblosan Pemilu 2019, Anggota DPRD Deliserdang Banyak yang Absen saat Paripurna

oleh

Uri.co.id – 24 orang anggota DPRD Deliserdang absen pada rapat paripurna penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Deliserdang tahun 2018 Rabu, (15/5/2019).

Paripurna yang dipimpin oleh Timur Sitepu itu hanya diikuti oleh 26 orang dewan.

Amatan , paripurna ini sempat molor dua jam lebih lantaran susah mencapai kuorum.

Sesuai jadwal harusnya paripurna ini dilaksanakan pukul 10.00 WIB, namun baru dimulai dan kuorum pada saat pukul 12.15 WIB.

Terlihat hanya Fraksi Nasdem yang saat itu hadir keseluruhan. Empat orang dewannya yakni Abdul Rahman, Nusantara Silangit, Kuzu Serasi Wilson Tarigan dan Erwan hadir dalam paripurna ini.

Meski jumlah anggota dewan yang hadir sudah kuorum namun tetap saja banyak orang yang mengikuti paripurna ini merasa jumlah dewan yang hadir masih minim.

Hal ini pun langsung dikait-kaitkan dengan bagaimana kesuksesan mereka pada Pemilu 2019.

Usai memimpin jalannya paripurna, Timur Sitepu tidak menampik kalau ketidakhadiran puluhan anggota dewan ini besar kaitannya dengan Pemilu.

Namun demikian ia tidak sependapat kalau disebut ini ada hubungannya dengan gairah dewan khususnya yang kalah pada Pemilu.

“Ya memang ada hubungannya sama Pemilu karena dewan banyak di GOR Lubukpakam sekarang ini. Enggak lah karena itu (karena kalah Pemilu),”ujar Timur Sitepu.

Politisi PDI Perjuangan ini menjadi salah satu anggota dewan yang diprediksi kalah pada Pemilu 2019. Dirinya sendiri belum bersedia untuk berkomentar banyak mengenai hasil perolehan suara yang dia dapatkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari 44 orang anggota DPRD Deliserdang yang kembali mencalonkan diri diprediksi tidak lebih dari 25 orang saja yang diperkirakan akan duduk kembali.

Meski hingga saat ini KPU Deliserdang belum ada melakukan penetapan namun informasi yang beredar 50 persen anggota DPRD Deliserdang kedepan merupakan wajah baru.

Dibandingkan periode-periode sebelumnya, jumlah dewan yang bertahan ini jauh lebih banyak. Sebab pada tahun 2009 dan 2014 jumlah dewan yang mampu bertahan hanya 15 orang saja.

Pada saat ini beberapa orang anggota DPRD yang diprediksi kalah masih terus ada yang berjuang. Mereka masih membuat laporan di Bawaslu Kabupaten terkait dugaan adanya kecurangan berupa pencurian suara atau penggelembungan suara.

Kedua dewan itu yakni Edison Marpaung dan Rusmani Manurung yang merupakan politisi Demokrat dan Hanura. Laporan Caleg dapil I dan II Deliserdang itu hingga kini masih diproses oleh Bawaslu.

(dra/Uri.co.id) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!