Angka Partisipasi Pemilu Sumut 2019 Lampaui Target Nasional, Naik 10 Persen Dibandingkan Tahun 2014

oleh

Angka Partisipasi Pemilu Sumut 2019 Lampaui Target Nasional, Naik 10 Persen Dibandingkan Tahun 2014

Uri.co.id– Ketua Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara Yulhasni mengatakan tingkat partisipasi pemilu 2019 di Sumatera Utara mencapai 79,9 persen.

Menurutnya angka tersebut meningkat sekitar 10 persen dibanding Pemilu 2014 dengan tingkat partisipasi 69 persen.

“Angka ini melampaui target nasional sebesar 77 persen dan target di Sumut sebesar 70 persen,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Yulhasni pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Provinsi Sumut, (6/5/2019).

Yulhasni mengatakan antusiasme masyarakat menggunakan hak pilih tidak terlepas dari semakin baiknya proses penyelenggaraan Pemilu 2019 hingga dimulainya proses rekapitulasi tingkat Provinsi Sumut.

“Adapun segala bentuk ketidaksempurnaan dalam konteks tertentu telah diberi ruang penyaluran baik lewat Bawaslu maupun melalui MK,” ujar Yulhasni.

 Yulhasni menyebut, selama penyelenggaraan Pemilu, KPU Sumut menghadapi tantangan dan serangan hoaks yang bertubi-tubi.

“Ibarat air bah, namun hal tersebut tidak membuat patah semangat, untuk mensukseskan Program,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa belasungkawa terhadap gugurnya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam mengemban tugasnya.

“Tercatat di Sumut telah wafat sebanyak 12 orang petugas (Pemilu) kami menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan kepada mereka semoga Allah memberikan tempat yang seindah-indahnya,” pungkasnya.

KPU Sumut Gunakan Dua Panel 

Ketua KPU Sumut Yulhasni mengatakan pihaknya menerapkan dua panel saat melakukan rekapitulasi perhitungan suara di tingkat provinsi.

 Hal tersebut disampaikan Yulhasni dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitung Suara Pemilu 2019, di Hotel JW Marriot Medan Senin (6/5/2019)..

Ia mengatakan, pleno rencananya akan digelar dari tanggal 6-9 Mei 2019. Pada hari pertama, pihaknya menargetkan15 Kab/Kota selesai dalam rapat pleno.

“Rapat dibagi dua panel, panel satu dan dua. Mudah mudahan kalau hari ini 15 (kab/kota) besok 15, bisa selesai sebenarnya 33 Kab/Kota. Tapi ada 3 kabupaten kota yang belum selesai. Medan, Deliserdang, Nias Selatan,” ujarnya.

Yulhasni mengatakan, kendala yang sempat ditemukan yakni proses penyerahan laporan rekapitulasi yang sempat memakan waktu.

Menurutnya hal tersebut karena adanya permintaan dari saksi untuk menghitung C1 Plano dengan C1 Hologram, akibat terjadi perbedaan di tingkat PPK.

“Itu yang problem di tingkat PPK seperti rekap tingkat TPS. Teman – teman sempat kewalahan seperti di Percut (Deliserdang) belum selesai. Juga Tanjung Morawa (Deliserdang) dan Medan. Pada beberapa daerah ini, ada permintaan saksi membuka kotak suara, bukan C1 lagi,” ungkapnya.

Meski begitu Yulhasni mengatakan, pihaknya optimistis daerah- daerah tersebut menyerahkan hasil rekapitulasi.

Sementara itu, terkait Kotak dan Surat Suara yang terbakar Gunung Sitoli menurut Yulhasni tidak menjadi kendala dalam proses rekapitulasi.

“Tidak ada masalah karena yang Gunungsitoli sudah selesai rekapnya, sudah dipindahkan ke formulir DA1 dan sudah di tanda tangani saksi,” ujarnya

(gov/Uri.co.id) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!