Bikin Bangga, Wahyudi Ginting dan Siti Aisyah Pecahkan Rekor ASEAN dan Nasional di Peparprov Sumut

oleh

Bikin Bangga, Wahyudi Ginting dan Siti Aisyah Pecahkan Rekor ASEAN dan Nasional di Peparprov Sumut

Uri.co.id-Pelaksanaan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Sumatera Utara Pertama tahun 2019 yang dilaksanakan pengurus NPC Sumut mulai 1 hingga 3 Mei berakhir sukses.

Ajang perdana kompetisi olahraga antar atlet difabel tingkat Sumut ini sekaligus ditutup secara resmi oleh Kepala dinas Pemuda dan Olahraga Sumut Baharuddin Siagian di Komplek Kampus STIPAP, Jl Willem Iskandar, Deliserdang, Jumat (3/5/2019) petang.

Dari Peparprov Sumut tahun ini juga terjadi pemecahan rekor untuk cabor atletik. Atlet NPC asal Tanah Karo, Wahyudi Ginting yang merupakan spesialisasi lempar cakram F13 putra (klasifikasi low vision), berhasil melempar sejauh 35,50 meter dan memecahkan rekor ASEAN Paragames (32,65) yang sebelumnya dipegang atlet Thailand sejak 2011.

Begitu juga dengan atlet lempar cakram F13 putri asal Tanjungbalai Siti Aisyah juga berhasil memecahkan rekor nasional dengan lemparan sejauh 28,82 meter.

Aisyah sukses memecahkan rekor nasional yang sebelumnya dipegang atlet asal Jawa Barat dengan 25,63 meter.

Kadispora Sumut Baharuddin mengatakan meski Peparprov baru pertama kali dilaksanakan, namun sudah terjadi pemecahan rekor nasional dan ASEAN Paragames.

Menurut Baharuddin Ini salah satu keberhasilan kejuaraan Peparprov dalam melahirkan atlet berprestasi.

“Kita senang sekali atlet yang mengikuti Peparprov tahun ini sangat banyak jumlahnya. Bahkan ada pemecahan rekor nasional atas nama Aisyah dan ASEAN Paragames atas nama Yudi. Ke depan Pak Gubernur Edy Rahmayadi terus mengintruksikan agar prestasi olahraga Sumut bisa lebih baik,” kata Baharuddin.

Baharuddin juga berpesan kepada NPC Sumut untuk terus membina atlet–atlet potensial dari hasil Peparprov, yang nantinya bisa mewakili Sumut pada ajang Peparnas 2020 di Papua, bahkan bisa membela Indonesia di ASEAN Paragames 2020 di Filipina.

“Dalam keterbatasan mereka saat ini, tentu kita harapkan semangatnya tidak terbatas membela nama daerah dan Indonesia. Kita berharap kepada pengurus NPC dan pemerintah Kabupaten dan kota mendukung dan perhatian kepada mereka. Selama ini pemerintah provinsi sudah memperhatikan. Kita harapkan Peparprov ini bisa terus berlangsung, untuk mendapatkan atlet terbaik di peparnas 2020 dan 2024,” kata Baharuddin.

Sementara itu, Ketua NPC Sumut Alan Sastra Ginting mengapresiasi kepada seluruh kontingen NPC kabupaten/kota yang telah berpartisipasi menyukseskan Peparprov I tahun ini.

Alan mengatakan pada Peparprov perdana jumlah peserta membludak dan di luar prediksi, seperti catur, tenis meja, dan bulutangkis.

“Ini diluar prediksi kami karena pada kejuaraan yang kami laksanakan sejak tahun 2016, hanya diikuti 150 peserta. Namun tahun ini diikuti hampir 400 peserta dari 18 pengcab,” ujar Alan.

Alan juga mengaku target Peparprov tahun ini terwujud, terbukti terjadi sejumlah pemecahan rekor nasional maupun ASEAN khususnya di cabor atletik. Mengingat atlet yang turun pada kejuaraan Peparprov bukanlah atlet pelatnas.

“Seperti Yudi yang mampu pecahkan rekor ASEAN Paragames dengan lemparan cakram 35,50 meter dan memecahkan rekor atlet Thailand sebelumnya 32,65 meter adalah atlet non pelatnas. Selain pemecahan rekor, juga banyak yang mendekati limit nasional. Seperti Yudi mampu pecahkan rekor ASEAN Paragames yang dipegang atlet Thailand sejak 2011,” kata Alan.

Dengan hasil pemecahan rekor ini, Alan mengatakan akan segera merekomendasikan nama Yudi ke NPC pusat. Dengan potensi tesebut, para atlet yang mampu memecahkan rekor akan berpeluang promosi ke pelatnas maupun dibina lebih intensif di tingkat Sumut.

“Dengan hasil pemecahan rekor ini kita akan merekomendasikan ke pusat. Ini masih sangat muda, Siti Aisyah masih 18 tahun vdan Yudi 23 tahun. Ini benar–benar aset bagi Sumut dan Indonesia ke depannya. Dan teman-teman ada juga yang masih 15, 17 tahun yang potensinya sangat berpeluang untuk ke Nasional dan internasional,” tandasnya.

Medan Raih Juara Umum

Kontingen NPC Kota Medan sukses merebut juara umum dengan mengumpulkan 49 emas, 18 perak, 9 perunggu.

Posisi Runner up diboyong kontingen NPC Deliserdang dengan 27 emas, 18 perak, 6 perunggu. Serta NPC Kota Tanjungbalai menduduki posisi ketiga dengan raihan 13 emas, 2 perak, 1 perunggu.

Sukses tersebut mendapat apresiasi dari ketua umum NPC Kota Medan Zainul Kahfi Lubis. Menurut Zainul Sukses merebut juara umum sesuai dengan target awal. Bahkan dari 40 medali emas yang ditargetkan bisa melampaui.

Selain target juara umum, sejumlah medali yang ditorehkan oleh masing – masing cabor juga sesuai ekspektasi. Seperti cabor renang mampu melebihi target dengan menorehkan 16 emas, catur 16 emas, dan atletik 23 emas.

“Alhamdulillah, selain juara umum, beberapa cabor yang menjadi lumbung emas juga memuaskan. Seperti renang bisa merebut 16 emas. Begitu juga goalball bisa merebut juara. Kemudian atletik 23 emas dan catur 16 emas. Kita harapkan target ini bisa dipertahankan pada Peparprov tahun selanjutnya,” ucap Zainul.

Meski telah sukses merebut juara umum, namun Zainul brpesan kepada seluruh atlet tetap berlatih keras demi meraih prestasi di ajang yang lebih tinggi. Begitu juga dengan tim pelatih kiranya bisa menyusun program latihan bermutu untuk mencetak bibit atlet potensial.

“Tadinya atlet kita juga ada yang memecahkan rekor, namun masih disesuaikan klasifikasinya. Saya optimis, hampir 40 hingga 45 persen atlet Medan bisa membela Sumut di Peparnas 2020,” kata Zainul.

Sementara ketua panitia pelaksana Mazrinal Nasution mengatakan, untuk juara umum mendapat piala sekaligus sertifikat dan uang pembinaan senilai Rp 5 juta.

Kemudian runner up mendapatkan piala, sertifikat dan uang pembinaan Rp 3 juta, serta peringkat ketiga meraih piala, sertifikat, dan uang pembinaan Rp 2 juta.

(Cr11/Uri.co.id) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!